Risiko dan Manfaat Trading Forex dengan Leverage Tinggi
i.gyazo.com

Risiko dan Manfaat Trading Forex dengan Leverage Tinggi

Leverage adalah salah satu hal pertama yang akan dibahas dalam buku dan seminar yang memberikan pengenalan tentang forex trading. Secara harfiah, Forex adalah kependekan dari “Foreign Exchange” yang berarti “Foreign Exchange”. Tetapi perdagangan valas berbeda dari perdagangan valas biasa karena beberapa perbedaan unik, terutama leverage.

Apa itu leverage dalam forex?

Perdagangan dengan leverage sering disebut sebagai “perdagangan margin” atau perdagangan margin. Seseorang berdagang dengan leverage jika mereka menyetor sejumlah uang, yang dikenal sebagai margin, untuk pinjaman sehingga mereka dapat berinvestasi atau berdagang dengan dana yang relatif lebih besar.

Broker forex biasanya memberikan leverage pada level yang berbeda. Beberapa hanya memberikan leverage 1:20, tetapi yang lain menawarkan leverage hingga 1: 1000 atau bahkan 1: 3000. Apa artinya ini? Misalnya, leverage adalah 1:20, jadi pedagang A yang menyetor $250 akan dapat berdagang seolah-olah dia memiliki uang senilai $5.000. Sementara itu, pedagang B yang telah mendepositokan $1000 dan menggunakan leverage yang sama, akan dapat berdagang dengan dana $20.000. Setoran $250 dan $1.000 sebelumnya akan bertindak sebagai “margin”.

Dalam praktik perdagangan leverage, margin mirip dengan jaminan dalam perjanjian pinjaman atau kredit bank. Perbedaannya adalah bahwa pedagang dengan leverage tidak akan dikenakan bunga atau harus membayar kembali pinjaman dalam jangka waktu tertentu. Uang margin akan berfluktuasi seiring dengan keuntungan (profit) dan kerugian (loss) yang dicatat oleh trader, dan jika dia kehilangan begitu banyak sehingga margin menjadi tidak mencukupi, dia tidak akan bisa lagi melanjutkan aktivitas tradingnya.

Semakin tinggi leverage yang digunakan trader, semakin rendah persyaratan modal awal yang dibutuhkan untuk memulai trading forex. Trader akan dapat menangkap lebih banyak peluang trading dengan modal rata-rata. Tidak mengherankan, keuntungan leverage merupakan daya tarik utama bagi pedagang kecil. Namun, ada sejumlah risiko di balik keuntungan dari trading forex dengan leverage tinggi.

Bagaimana leverage bekerja dalam Trading forex

Sebagai contoh, misalkan seorang pedagang bernama Abu memulai perdagangan dengan leverage 1: 1000 dan modal $50. Dalam hal ini, dia akan dapat berdagang seolah-olah dia memiliki dana $50.000. Itu bagus, kan!? Banyak orang dengan modal terbatas akan tertarik untuk segera terjun ke dunia trading forex berkat kemudahan ini.

Rekomendasi:  Syarat dan Ketentuan Gadai Saham di Pegadaian

Dengan modal after-leverage sebesar USD 50.000, Abu mulai membuka 10 posisi trading. Dari 10 posisi perdagangan, hasilnya adalah enam keuntungan dan empat kerugian. Dia kemudian membuka 15 posisi perdagangan lainnya dengan 10 perdagangan menang dan 5 kerugian. Itu tidak memperhitungkan jumlah keuntungan dan kerugian dolar, tetapi malah tidur di garis hijau nomor pemenang dalam sejarah transaksi. Dia melakukan trading berulang kali dan kemudian menyadari bahwa margin $50 miliknya hanya tersisa $10.

Bagaimana ini bisa terjadi? Ada tiga alasan. Pertama, Abu melakukan kesalahan dengan membuka terlalu banyak posisi trading secara bersamaan (over-trading). Kedua, Abu tidak memperhitungkan nominal keuntungan dan kerugian yang diterimanya. Meski kalah 9 kali dan menang 16 kali, hasil menguntungkannya tidak akan berarti jika nilai setiap kemenangannya hanya 5 poin sedangkan nilai setiap kekalahannya adalah 50 poin.

Ketiga, nilai keuntungan dan kerugian yang diterima dalam perdagangan dengan leverage akan kembali disesuaikan dengan rasio leverage yang digunakan. Ini berarti bahwa persentase profitabilitas dari strategi abu trading mungkin tetap tinggi, tetapi realisasi nominal keuntungan dan efek kerugian akan lebih rendah atau lebih tinggi dari yang diharapkan.

Trader forex berpengalaman biasanya bisa langsung membayangkan akun untung/rugi dengan leverage. Namun, perhitungan seperti itu jarang dikuasai oleh pemula. Oleh karena itu, pemula disarankan untuk tidak menggunakan leverage yang sangat tinggi.

Leverage membawa banyak manfaat, namun kita harus bertindak bijaksana untuk menghindari berbagai risiko. Mari simak selengkapnya tentang manfaat dan risiko leverage tinggi pada pembahasan artikel berikut ini.

Keuntungan dari perdagangan forex leverage tinggi

  1. Leverage memberi siapa pun kesempatan untuk memulai trading dengan modal minimal: sebelum munculnya leverage, hanya orang kaya dan miskin yang bisa berdagang valas. Pedagang kecil tidak bisa mendapatkan potensi keuntungan forex yang melimpah. Setelah munculnya leverage dan berbagai broker yang menawarkannya, semakin banyak orang yang bergabung. Ibu rumah tangga atau pelajar juga dapat berpartisipasi dalam trading forex.
  2. Leverage Bebas Bunga: Secara teori, margin berfungsi sebagai jaminan atau jaminan agar trader bisa mendapatkan pinjaman uang dari broker forex. Tapi “pinjaman tunai” broker tidak membawa bunga. Merchant tidak perlu khawatir tagihan cicilan bulan depan diterima secara tiba-tiba, karena mereka tidak perlu mengembalikan uang. Trader hanya perlu trading dengan dana leverage, karena broker sudah dibayar melalui spread dan komisi (komisi).
  3. Potensi Keuntungan Lebih Besar untuk Forex: Menggunakan leverage memungkinkan pedagang untuk membuka lebih banyak perdagangan sambil berpotensi menghasilkan lebih banyak keuntungan. Ambil contoh di atas. Dengan modal awal 50 USD, dia tidak akan bisa mulai membeli atau menjual sama sekali karena nilai minimum trading forex (1 lot) setara dengan 1000 USD. Namun dengan leverage 1:1000, bisa membuka puluhan hingga puluhan posisi trading sekaligus.
Rekomendasi:  Tips dan Cara yang Aman dalam Trading Forex

Risiko perdagangan valas dengan leverage tinggi

Bahaya over-trading

Ketika kita melihat bahwa ada banyak uang di saldo akun (walaupun itu hanya hasil dari leverage), kita akan dengan mudah membuat kesalahan dalam mengambil keputusan trading. Salah satu risiko terbesar adalah over-trading – membuka terlalu banyak posisi trading forex. Faktanya, banyak ahli telah mengungkapkan bahwa kunci sukses perdagangan adalah pengelolaan uang.

Ada dua tips untuk mengatasi bahaya over trading. Pertama, hindari leverage yang terlalu tinggi. Kami menyarankan Anda hanya mengatur leverage Anda ke 1: 100 atau 1: 200. Kedua, hindari tuas yang nilainya tidak bulat, seperti 1:777 atau 1:888. Tuas yang tidak bulat dengan cara ini akan mempengaruhi jiwa Anda, karena perhitungan mental kebanyakan orang langsung membulatkan 777 menjadi hanya 700 atau hanya 888 ke 800, tetapi ini memengaruhi keputusan perdagangan Anda.

Risiko kerugian lebih besar dari yang diperkirakan.

Leverage membuka lebih banyak peluang keuntungan. Tetapi seperti yang mereka katakan “pengembalian tinggi, risiko tinggi”, semakin besar peluang untung, semakin besar risikonya. Dalam kasus leverage tinggi, akun trader yang salah dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar dari yang diharapkan.

Untuk menghindari kesalahan kritis, jadikan forex trading sebagai rutinitas dengan menempatkan stop loss (SL) pada setiap posisi. Stop loss akan secara otomatis menutup posisi yang kalah ketika mencapai batas yang telah ditentukan, sehingga trader tidak perlu lagi menghitung dan menutup posisinya.

Risiko Panggilan Margin (MC)

Setiap posisi leverage akan disertai dengan fungsi Margin Call (MC). MC adalah batas margin tertentu yang harus tersedia di saldo trader. Jika saldo trader turun di bawah batas ini, broker dapat menutup sebagian atau seluruh posisi trading dalam portofolio trader. Posisi trading yang ditutup paksa bisa untung atau rugi. Ini jelas sangat buruk bagi para trader.

Rekomendasi:  7 Cara Mudah Belajar Forex Untuk Pemula

Bagaimana solusinya agar trader tidak mendapatkan MC? Pertama, pedagang membutuhkan pengelolaan uang yang baik. Hanya menggunakan 2-5 persen modal untuk open trade, selebihnya digunakan sebagai “bantalan” untuk memprediksi fluktuasi harga di pasar forex. Kedua, trader diharuskan untuk menempatkan order Stop Loss (SL) pada semua posisi trading yang dibukanya. Pastikan stop loss Anda jauh lebih tinggi dari batas MC.

Solusi sebenarnya dapat dikendalikan oleh berbagai risiko leverage yang tinggi. Namun, pengetahuan dan pengalaman yang cukup diperlukan untuk mengendalikan leverage yang tinggi. Jika Anda tertarik untuk menggunakan leverage yang lebih tinggi dari biasanya, ada baiknya untuk mengujinya terlebih dahulu di akun demo sebelum menerapkannya ke akun asli.

 

 

 

dailyfx.id