Tips Trading Saham Menggunakan Analisis Teknikal
www.invespoin.com

Tips Trading Saham Menggunakan Analisis Teknikal

Sobat Investasi yang terhormat di Indonesia, apa kabar? Kali ini, kami membagikan artikel tentang tips trading saham dengan analisa teknikal untuk trading jangka pendek. Artikel ini khusus untuk para trader pemula yang memutuskan untuk menjadi trader namun masih bingung kapan harus membeli dan kapan harus menjual.

Kami berasumsi bahwa Anda sudah mengetahui cara menggunakan indikator rata-rata bergerak, termasuk pengaturan yang diperlukan untuk menampilkan garis rata-rata bergerak pada grafik.

Apa yang harus disiapkan sebelum trading?

1. Pastikan kondisi dalam keadaan Sehat

Tip pertama untuk perdagangan saham adalah memeriksa kondisi pribadi Anda. Kondisi fisik dan psikologis berperan penting saat trading. Percaya atau tidak, trading dalam kondisi buruk akan sulit menghasilkan keuntungan. Kondisi yang baik memungkinkan trader untuk membuat keputusan yang bijaksana. Silakan tanyakan pada diri Anda, “Apakah mungkin saya menukar penyakit dan stres?”

2. Gunakan manajemen uang

Jika Anda memiliki modal 10.000.000 rupee, apakah langsung digunakan untuk memperdagangkan saham yang sama? Jawabannya bisa ya atau tidak. Sepercaya diri Anda tentang perdagangan, tip perdagangan saham yang disarankan adalah menggunakan maksimum 10% atau 20% dari ekuitas Anda.

Bayangkan jika Anda membeli 1 saham dengan seluruh modal Anda, tiba-tiba harga saham turun dalam beberapa jam. Ini menghilangkan peluang dan potensi keuntungan untuk saham lain yang bergerak lebih baik dalam harga. Pertama, pelajari cara menghitung dan mengelola risiko berinvestasi di saham.

3. Gunakan timeframe harian

Karena kami melakukan trading jangka pendek, kami akan menggunakan grafik harian. Ubah tampilan grafik untuk melihat candle 3 bulan terakhir.

Seputarforex.com

Gambar 1: Harian Candlestick antara 1 Januari dan 24 April 2019

4. Gunakan indikator Exposional Moving Average

Ubah pengaturan jalur EMA pertama menjadi 13 dan jalur EMA kedua menjadi 34. Mengapa Anda menggunakan angka 13 dan 34 daripada angka lainnya? Karena angka 13 dan 34 adalah angka Fibonacci. Grafik di bawah ini menggunakan EMA 13 dan 34, dimana garis merah adalah EMA 13 dan garis hijau adalah EMA 34:

Rekomendasi:  3 cara mudah untuk membatasi waktu anak-anak Anda bermain Smartphone
Seputarforex.com

Gambar 2: Candlestick di atas EMA 13 dan 34

Sudah jelas sejauh ini, kan? Tips teknis trading selanjutnya adalah mempelajari strategi yang digunakan untuk memasuki posisi long.

Perdagangan saham teknis dengan posisi terbuka, posisi tertutup, dan strategi stop loss

1. Buka posisi (BUY) saat candle berada di atas EMA 13 dan EMA 34

Kami mengeksekusi strategi posisi Open Buy hanya ketika candle berada di atas EMA 13 dan EMA 34. Sebagai contoh, pada Gambar 2, penulis mulai mengambil posisi BUY pada saham MNCN di level 855 pada 24 April 2019. pembukaan pasar (diperbarui pada 14.00 WIB pada hari yang sama nilai tukar mencapai level 884, atau untung 3,4 persen).

Karena terjadi rebound pada hari sebelumnya, kita dapat melihat candle memantul dari garis EMA 34 kemudian menembus garis EMA 13, sehingga candle berada di atas garis EMA 13 dan 34 pada tahun 2019. pada tanggal 23 April. . Kami tidak segera membuka posisi sehari sebelum pasar tutup.

Kami baru mulai membuka posisi 1 hari kemudian, yaitu pada tanggal 24 April 2019. Beginilah sebenarnya rebound yang terjadi, sehingga ketika candle break terjadi di EMA 13 dan 34 terjadi sebaliknya.

2. Strategi penutupan posisi (penjualan).

Jual atau jual saham yang dibeli cukup sederhana, mereka yang tidak bisa menahan saham yang dibeli sebelumnya untuk waktu yang lama dapat menjual sahamnya dengan keuntungan minimal 2% dari saham yang dibeli. Namun, mereka yang menginginkan profit lebih tinggi bisa SELL saat candle berbelok ke arah garis 13 EMA.

Penulis secara pribadi sering kali melakukan trailing stop pada saham-saham yang tampaknya mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dan hanya menjual saat konfirmasi pembalikan muncul. Hal ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan lebih dari 5% per 1 saham.

Rekomendasi:  5 Trik dan Hack Untuk Mempercepat Android, Selamat Tinggal Ponsel Lambat

3. Jangan lupa untuk menginstal Stop-Loss

Tidak ada metrik canggih yang sempurna, jadi kita perlu menjaga risiko untuk melestarikan aset yang kita miliki. Saran teknis selanjutnya pada saham adalah untuk memotong kerugian Anda jika Anda menemukan bahwa pergerakan harga tidak seperti yang kita harapkan. Kecuali bagi mereka yang memilih menjadi investor ekuitas jangka panjang dan mengandalkan dividen. Penulis sendiri melakukan stop loss jika harga saham yang bersangkutan turun di bawah area support.

Demikian tips yang bisa kami berikan kepada trader lain yang lebih memilih untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Ingatlah bahwa aktivitas perdagangan saham memiliki risiko tinggi, jadi gunakan manajemen uang yang baik dan buat keputusan yang benar-benar bijaksana. Jika ada yang tidak kami sukai, maaf, halo profit!

 

 

 

 

 

Seputarforex.com