i0.wp.com

Yuk Investasi Saham dengan Menabung Saham Perbankan!

Memiliki beberapa kendaraan investasi dapat membantu mendiversifikasi risiko. Anda dapat memilih dari berbagai macam sarana investasi, mulai dari saham, emas, dolar AS atau mata uang lainnya, reksa dana, obligasi, dan real estat seperti B & B. Manakah dari semua yang Anda miliki saat ini?

Pentingnya diversifikasi aset investasi

Kebanyakan orang berpikir diversifikasi aset adalah hal terbaik untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko dan volatilitas. Sayangnya, diversifikasi aset juga bisa mengurangi potensi keuntungan.

Lantas apa solusi terbaik jika diversifikasi justru bisa mengurangi potensi keuntungan? Apakah diversifikasi itu penting?

Jika Anda tidak ingin mendiversifikasi aset Anda, itu akan mengurangi potensi keuntungan Anda, jadi Anda harus membangun portofolio yang terkonsentrasi. Warren Buffet dan Charlie Munger adalah contoh investor terkenal yang cenderung membangun portofolio terkonsentrasi.

Di sisi lain, diversifikasi juga diperlukan sebagai “perisai” ketika terjadi krisis keuangan. Dengan portofolio yang terdiversifikasi, aset investasi Anda tidak akan sepenuhnya “terbakar”.

Ada beberapa cara untuk mendiversifikasi portofolio Anda, antara lain:

  • Diversifikasi investasi Anda di berbagai perusahaan.
  • Diversifikasi antar sektor atau sektor yang berbeda. Misalnya, di industri media, real estate, batu bara, dan jasa keuangan. Jika satu industri sedang booming sementara yang lain menurun, investasi akan tetap berjalan dengan baik. Pastikan Anda tahu kapan suatu industri untung sehingga Anda tahu kapan harus membeli.
  • Diversifikasi antara perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang berbeda untuk mendiversifikasi pengembalian Anda.
  • Perusahaan asing dan domestik, atau aset asing versus aset lokal, seperti treasury bill.
  • Diversifikasi strategi seperti pertumbuhan dan investasi nilai.
  • Diversifikasi aset termasuk SBN (Obligasi Pemerintah), Saham, Dolar AS, Emas, Deposito, Pasar Uang, Cryptocurrency, dll.
Rekomendasi:  Mengenal Investasi Koleksi Seni: Panduan Lengkap bagi Para Pembaca

Bagaimana memilih Aset investasi yang tepat

Sebelum memilih kendaraan investasi yang tepat, perlu dilakukan beberapa analisis. Bagaimana?

  1. Mulailah dengan menemukan benchmark BI 7-day repo rate. Suku bunga mempengaruhi kinerja Surat Berharga Negara (SBN). Jika suku bunga turun, reksa dana pendapatan tetap berbasis SBN dan obligasi akan berkinerja baik.
  2. Cari tahu tentang inflasi dan daya beli masyarakat. Daya beli dan kenaikan inflasi biasanya berjalan seiring dengan peningkatan penjualan real estat. Jika terjadi deflasi, penjualan real estate akan melambat.
  3. Cari tahu harga bahan baku, terutama minyak dan batu bara. Kemudian bandingkan dengan persediaan. Misalnya, Anda dapat mengetahui kapan harga saham MEDC berkinerja terbaik berdasarkan fluktuasi harga minyak.
  4. Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup untuk memilih alat yang tepat. Pengetahuan ini mencakup ekonomi makro dan ekonomi mikro. Juga, cobalah untuk mencurahkan waktu dan energi untuk analisis.
  5. Jika Anda kesulitan memilih kendaraan investasi yang tepat, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di saham bank.

Apakah Anda mengerti mengapa saham bank?

Alasannya sederhana; Antara 2009 dan 2019, indeks ekuitas perbankan yang terdiri dari saham-saham perbankan berhasil mengungguli IHSG. Nyata?

Tren indeks saham perbankan

Bukti bahwa indeks saham perbankan mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan LQ45 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

seputarforex.com

Tabel di atas menunjukkan pertumbuhan indeks keuangan (garis biru) relatif terhadap indeks benchmark, IHSG (garis abu-abu) dan indeks saudaranya, LQ45 (garis oranye).

Selama satu dekade terakhir, indeks keuangan telah mencapai kenaikan 349,4%, sementara IHSG lebih rendah, dengan hanya 148,57%. Dapat dicatat bahwa indeks keuangan juga tidak lebih rendah dari return IHSG. Artinya, jika menabung Rp 100 juta di tahun 2009, menjadi Rp 349 juta di tahun 2019. Cukup mengejutkan bukan?

Rekomendasi:  Belajar Cryptocurrency : Bagaimana menggunakan Block Explorer

Indeks keuangan terdiri dari saham-saham berikut:

seputarforex.com

Anda bisa lihat pada daftar di atas, ada bank BUKU IV dengan modal terdaftar di atas Rp 30 triliun. Saham bank-bank BUKU IV seperti BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI dapat dipertimbangkan untuk bailout karena keempat bank tersebut sudah menyumbang 72,94% dari total bobot indeks keuangan.

Sekarang mewakili 3/4 dari total indeks keuangan, pergerakan harga juga mencerminkan indeks keuangan, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini:

seputarforex.com

Alih-alih portofolio investasi yang terdiversifikasi, lebih mudah untuk membuat portofolio yang hanya berfokus pada saham perbankan. Namun, pastikan Anda hanya mengoleksi bank-bank terbaik, ya. Jangan lupa untuk mempelajari laporan yang diperlukan untuk menganalisis saham bank. Ayo, mulai menabung saham bank!

 

 

 

 

seputarforex.com