Setelah Pensiun tenang dengan Dividen Saham, Berikut Tipsnya!
img.okezone.com

Setelah Pensiun tenang dengan Dividen Saham, Berikut Tipsnya!

Hidup tenang setelah pensiun dari dividen saham adalah investasi yang bisa dilakukan siapa pun. Sayangnya, banyak investor mengabaikan dividen dan lebih fokus pada capital gain daripada kenaikan harga saham. Memang, dividen dapat memberikan hasil yang tidak sedikit. Seperti?

Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan.

Dividen adalah bagian dari keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan atas kepemilikan saham. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS.

Apabila seorang investor ingin memperoleh dividen, maka investor tersebut harus memegang saham tersebut dalam jangka waktu yang relatif lama, yaitu selama kepemilikan saham tersebut berada pada periode diakuinya sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen. .

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan dapat berupa dividen tunai yang artinya setiap pemegang saham menerima dividen tunai dalam jumlah tertentu dalam rupiah per saham, atau dapat juga dalam bentuk dividen saham yang artinya setiap pemegang saham menerima dividen dari sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh seorang investor bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Pertanyaannya adalah apakah investor dapat mengharapkan keuntungan dividen. Bisakah Anda hidup atau pensiun tergantung pada dividen saham?

Pertanyaan ini menarik untuk ditelaah karena masyarakat kini lebih fokus pada capital gain dari kenaikan harga saham. Dividen sering diabaikan, dianggap tidak menguntungkan.

Untuk menjawabnya, saya ingin memulai dengan menunjukkan bagaimana berinvestasi dalam dividen saham bisa sangat menguntungkan, dengan melihat dua saham, yaitu:

  • PTBA (Bukit Assam)
  • BBRI (Bank BIS).

Saham PTBA

PTBA saat ini adalah perusahaan batu bara milik negara terbesar dan berkinerja terbaik di Indonesia. Menjadi salah satu gelar papan atas di BEI.

Salah satu keunggulan PTBA adalah emiten ini senantiasa membagikan dividen kepada pemegang saham.

Misalnya, 10 tahun lalu, tepatnya 1 Januari 2010, kami membeli saham PTBA. Saat itu harganya 3.440 rupee.

Saya melihat catatan pembagian dividen PTBA dari tahun 2010 hingga akhir tahun 2020 sebagai berikut:

Tanggal
Pembagian

Dividen
Rp

10 Jul 2020

326.46

29 Mei 2019

339.63

11 Mei 2018

318.52

24 Mei 2017

285.50

18 Mei 2016

289.73

30 Apr 2015

324.57

16 Mei 2014

461.97

7 Jun 2013

720.75

15 Jun 2012

700.47

15 Des 2011

103.46

21 Jul 2011

456.37

29 Des 2010

66.75

15 Jun 2010

466.64

Beberapa poin penting dapat kita gali dari catatan pembagian dividen saham PTBA ini.

Pertama, PTBA membagikan dividen secara konsisten setiap tahun selama 10 tahun tanpa pernah membagi.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berkinerja baik dan menghasilkan arus kas yang baik (jika tidak, tidak mungkin membayar dividen).

Bahkan dalam beberapa tahun, PTBA bisa membagikan dividen dua kali setahun. Di pertengahan tahun dan di akhir tahun.

Kedua, tingkat pengembalian yang dikenal sebagai “hasil dividen” sangat menarik.

Saya membandingkan harga beli saham (Rp 3440) dengan dividen tunai yang dibagikan, sehingga diperoleh tingkat pengembalian dividen antara 20% (tertinggi) dan 8% (terendah).

Hasil dividen merupakan metrik penting karena menunjukkan pengembalian yang dinikmati investor dengan membayar dividen relatif terhadap harga pembelian saham.

Dividen yield ini dapat dibandingkan dengan tingkat bunga deposito. Pengukuran kinerja instrumen investasi.

Rekomendasi:  Pengertian Portofolio investasi, Jenis Portofolio dan contohnya

Kalaupun berupa titipan, bunganya pasti dibayarkan, sedangkan dividen tidak dibagikan secara aman karena tergantung kinerja perseroan dan keputusan RUPS.

Saham BRI

BBRI mungkin sudah dikenal luas. Saya pernah menulis khusus tentang saham bank terbesar di Indonesia.

Saham BIS terkenal karena kinerja harga yang baik. Tren harga dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Namun, BBRI juga merupakan saham yang rajin membayar dividen setiap tahun.

Seperti kasus saham PTBA, saya mengambil contoh pembelian saham BIS pada 3 Januari 2010. Saat itu harga sahamnya Rp 765.

Saya melihat catatan pembayaran dividen BBRI dari tahun 2010 hingga akhir tahun 2020 sebagai berikut:

Tanggal
Pembagian

Dividen
Rp

18 Mar 2020

168.20

13 Jun 2019

131.13

25 Apr 2018

106.74

13 Apr 2017

428.60

22 Apr 2016

311.66

22 Apr 2015

294.80

14 Mei 2014

257.32

15 Apr 2013

225.23

15 Mei 2012

122.28

15 Jun 2011

70.04

30 Des 2010

45.93

15 Jul 2010

132.08

Beberapa poin penting yang dapat kita lihat dari catatan pembagian dividen saham BBRI, yaitu:

Pertama, Bank BIS secara konsisten membagikan dividen setiap tahun selama 10 tahun terakhir tanpa pernah menyerah. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang sangat baik dan arus kas yang baik (jika tidak, tidak mungkin untuk membayar dividen).

Kedua, tingkat pengembalian yang diberikan atau dikenal dengan istilah “deviden yield” sangat menarik. Saya membagi harga beli saham (Rp 765) dengan dividen tunai yang dibagikan, saya mendapat nilai dividen yield antara 55% (tertinggi) dan 13% (terendah).

Ketiga, meski harga saham BBRI sedang tren naik, namun jumlah dividen tunai yang dibayarkan kepada pemegang saham juga meningkat, imbal hasil yang ditawarkan mungkin masih tinggi.

Kuatnya kinerja BBRI menunjukkan bahwa investor dapat mengharapkan return yang kuat dari saham BIS.

Hidup dengan Dividen Saham

Contoh kasus pembagian dividen saham PTBA dan BBRI memberikan beberapa wawasan penting tentang manfaat investasi dari dividen saham ini, antara lain:

A. Yield Tinggi

Imbal hasil atau imbal hasil dividen saham sangat menarik.

BBRI dapat memberikan pengembalian hingga 50% per tahun, sedangkan PTBA adalah 19% per tahun.

Yield adalah imbal hasil yang diberikan oleh dividen kepada pemegang saham. Semakin tinggi semakin baik dan sebaliknya.

Hasil benchmark setidaknya sama dengan bunga deposito bank.

Tentu saja nilai return ini akan ditentukan oleh kinerja harga saham. Semakin tinggi harga saham, dengan nilai dividen saham yang sama maka imbal hasil akan semakin menurun. Dan sebaliknya.

Dividen yield yang tinggi merupakan modal penting bagi kita untuk hidup atau pensiun dari dividen saham. Semakin tinggi imbal hasil, semakin aman dan berkelanjutan untuk dapat mengandalkan dividen sebagai sumber pendapatan pensiun.

B. Konsistensi

Kedua saham ini secara konsisten membayar dividen selama 10 tahun terakhir.

Konsistensi pembayaran dividen memiliki dua arti penting:

  1. Tunjukkan kinerja bisnis yang kuat. “Tunjukkan padaku uangnya” adalah ungkapan terkenal di dunia bisnis. Pembayaran deviden merupakan bukti bahwa perusahaan memiliki kinerja yang solid dan kondisi keuangan yang solid.
  2. Memberikan pendapatan pasif bagi pemegang saham. Sumber pendapatan rutin setiap tahun ini penting bagi pemegang saham yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang.
Rekomendasi:  Penerbit Saham: Panduan Lengkap untuk Mengenal dan Menguasai Investasi Saham

Kekuatan saham tersebut menunjukkan bahwa dividen saham dapat menjadi sumber pendapatan untuk masa pensiun.

C. Compounding Effect

Kunci sukses berinvestasi adalah terjadinya efek majemuk atau bunga majemuk, yang dikenal dengan konsep “akrual bunga”. Bila jumlah investasi pada tahun berikutnya tidak hanya berasal dari investasi utama pertama, tetapi telah terjadi kombinasi antara modal investasi dan bunga investasi.

Efek dari compounding adalah kenaikan nilai investasi akan mengikuti grafik eksponensial dan nonlinier. Setelah beberapa saat terjadi peningkatan tajam dalam pengembalian investasi.

Banyak pakar keuangan, termasuk Warren Buffet, berpendapat bahwa efek compounding inilah yang membuat orang berkembang dengan berinvestasi.

Dividen saham sangat sesuai dengan konsep kapitalisasi karena dividen dapat dibeli kembali saham (dividend reinvestment plan). Semakin besar jumlah saham yang dimiliki maka semakin besar pula dividend yield yang diterima dan seterusnya.

D. No Pajak Devidend

Pemerintah Indonesia baru-baru ini memberlakukan kebijakan untuk menghapus pajak dividen jika persyaratan tertentu terpenuhi.

Karena persyaratannya cukup mudah, saya berasumsi sebagian besar investasi yang menerima dividen akan menikmati pembebasan pajak.

Pajak dividen yang dihilangkan adalah 10%. Jumlah ini tidak sedikit, apalagi jika dibuat dari tahun ke tahun.

Tips Hidup dengan Dividen Saham

Meskipun analisis dividen saham menunjukkan betapa bermanfaatnya berinvestasi dalam dividen, saya ingin menyoroti beberapa penafian penting, yaitu:

1. Kinerja Historis

Semua analisis dividen saham PTBA dan BBRI adalah kinerja masa lalu dan historis.

Artinya, sangat mungkin bahwa hal-hal yang terjadi di masa lalu tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Selalu ada kemungkinan bahwa kinerja masa depan akan berbeda dari kinerja masa lalu tidak peduli seberapa baik kita menganalisisnya.

Oleh karena itu, ketika memilih saham berdasarkan kinerja masa lalu mereka dalam pembayaran dividen, kita harus melakukannya dengan hati-hati.

2. Sabar, dalam jangka panjang

Kita dapat melihat bahwa kerangka waktu yang saya pilih adalah 10 tahun. Itu tidak disengaja.

Hasil tidak akan optimal jika investasi dilakukan dalam waktu kurang dari 10 tahun karena:

  • Kinerja tidak akan optimal karena harga saham akan berfluktuasi dalam jangka pendek.
  • Jumlah dividen yang dibayarkan akan kecil dalam jangka pendek. Hasilnya tidak akan signifikan.

Jadi berinvestasi dalam dividen saham membutuhkan kesabaran. Ini adalah investasi jangka panjang.

Investasi saham merupakan salah satu jenis investasi jangka panjang. Namun, elemen jangka panjang lebih kuat dalam dividen ekuitas.

Jika Anda ingin hidup dengan dividen saham, kita harus mulai berinvestasi sesegera mungkin. Jangka panjang akan memberikan fleksibilitas investasi dan hasil yang optimal.

3. Saham preferen

Mengapa saya memilih PTBA dan BBRI?

Karena keduanya merupakan saham preferen, saham blue chip yang memiliki rekam jejak yang teruji.

Sangat penting untuk memilih saham yang tepat dalam investasi dividen ekuitas.

Kami tidak hanya memastikan bahwa saham dapat membayar dividen, tetapi juga bahwa mereka dapat membayar secara konsisten.

Membayar dividen yang konsisten ini tidak mudah.

Rekomendasi:  Investasi: Memahami Efek Ekuitas Adalah dan Implikasinya

Untungnya, bursa menyediakan daftar saham dengan catatan pembayaran dividen yang baik, yaitu: IDX High Dividen 20. Indeks ini mengukur tren harga 20 saham yang telah membayar dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki imbal hasil dengan dividen tinggi.

4. Diversifikasi

Meskipun suatu saham memiliki sejarah pembayaran dividen yang baik, tidak ada jaminan bahwa saham tersebut akan terus membayar dividen di masa yang akan datang.

Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham adalah hasil dari keuntungan. Sedangkan laba perusahaan tidak menentu.

Oleh karena itu perlu dilakukan diversifikasi saham yaitu membagi investasi menjadi beberapa saham dalam portofolio dan tidak hanya terfokus pada saham-saham tertentu saja.

Intinya, jika suatu saham tidak membayar dividen, masih ada saham lain.

5. Pelajari teknik dividen

Kita perlu memahami aspek teknis dari distribusi dan analisis dividen ekuitas. Ini menjadi bagian penting karena banyak yang belum memahami proses pembagian dividen.

  • Dividen dibagikan berdasarkan keputusan RUPS. Setiap saham berhak atas pembayaran dividen tunai sesuai dengan RUPS.
  • Pemegang saham yang terdaftar hingga tanggal tertentu akan berhak atas dividen, yang sering disebut sebagai tanggal cum dividen. Setelah tanggal cum dividen, pemegang saham tidak berhak atas pembagian dividen, yang sering disebut sebagai tanggal ex dividen.
  • Berdasarkan daftar pemegang saham, perseroan akan membayarkan dividen tunai pada tanggal yang telah ditentukan ke rekening RDN pemegang saham. RDN adalah akun investor yang dimiliki oleh rumah pialang.

Pemerintah tidak akan mengenakan pajak dividen selama dividen tersebut diinvestasikan kembali di Indonesia.

6. Pasar luar negeri

Peluang untuk memperoleh dividen tidak hanya di pasar saham Indonesia, tetapi juga di pasar saham luar negeri. Memang, pasar saham luar negeri menawarkan banyak peluang untuk mencari nafkah dari pendapatan dividen.

Istilah Dividen Aristocrat dikenal di pasar AS. Ini adalah daftar saham yang telah membayar dividen tunai secara konsisten setidaknya selama 25 tahun terakhir dan pembayaran dividennya terus meningkat.

Investor yang ingin membeli saham dividen aristokratis ini tidak perlu khawatir mengeluarkan biaya yang besar. Karena saat ini sudah banyak tersedia ETF yang isinya adalah saham dividen aristokrat.

Investor cukup membeli ETF di pasar saham dan secara otomatis terkena dividen aristokrat.

7. Dividend Reinvestment Plan

Strategi yang direkomendasikan oleh banyak ahli adalah membeli kembali saham dengan membayar dividen. Dikenal sebagai “Rencana Reinvestasi Dividen”.

Tujuan dari “Rencana Reinvestasi Dividen” adalah untuk meningkatkan investasi Anda melalui kapitalisasi.

“Rencana Reinvestasi Dividen” dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

  • Pasar eksternal. Ada opsi untuk meminta broker secara otomatis membeli saham pada pembayaran dividen.
  • Pasar Indonesia. Opsi “Rencana Reinvestasi Dividen” belum ada, sehingga investor harus melakukannya sendiri secara manual.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa “Rencana Reinvestasi Dividen” memberikan pengembalian investasi jangka panjang yang signifikan. Hasilnya jauh melebihi investasi yang tidak menerapkan “Rencana Reinvestasi Dividen”.

Kesimpulan

Ditarik dari dividen saham?

Bisa dilakukan. Bukan tidak mungkin untuk hidup dari pendapatan dividen.

Kuncinya adalah investasi jangka panjang, memilih saham yang membayar deviden yang konsisten dan sabar dalam berinvestasi.

 

 

 

duwitmu.com